Hokben Tokyo Bowl, Menu Baru yang Mengundang Selera

Ternyata sudah lama aku ga ikut kumpul-kumpul komunitas blogger. Maka begitu ada kesempatan untuk kumpul, apalagi disponsori oleh HokBen, mencoba menu baru Tokyo Bowl, aku tentu tak mau melewatkannya.

Komunitas Blogger Jogja

Komunitas Blogger Jogja di HokBen. Hak cipta foto: Tamasyaku

Kumpul bersama Blogger Jogja ini diadakan pada tanggal 3 November lalu. Emang tempatnya terbatas, jadi harus daftar dulu. Hari kamisnya ternyata tidak ada email, aku pikir aku tidak terpilih ikut. Eh, ternyata masih rejeki bisa ikutan kumpul.

Tentang HokBen a.k.a Hoka Hoka Bento

Masih inget Hoka Hoka Bento? Ya, per 2013 atau sudah 4 tahun ini, Hoka Hoka Bento di-rebranding menjadi HokBen. Alasannya? Lebih familiar bagi pelanggan. Sejak lama, masyarakat menyebut Hoka Hoka Bento dengan HokBen, jadi kenapa tidak diresmikan saja? Begitu mungkin pikir manajemen HokBen.

Bagi yang muslim, makan di HokBen tidak perlu khawatir lagi, soalnya HokBen sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI. Tahun ini bahkan sudah mendapatkan Sertifikat Jaminan Halal setelah beberapa kali memperoleh A dalam audit sertifikat halal MUI. Tentang HokBen halal ini sudah pernah aku bahas dalam artikel tersendiri tahun lalu.

HokBen sudah berdiri lebih dari 32 tahun dan memiliki banyak cabang di seluruh Indonesia. Salah satunya cabang di jalan Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Ini adalah tempat aku ngumpul sama teman-teman blogger kemarin. Berhubung skala HokBen adalah nasional, jadi kalau ada menu baru, semua cabang pasti ada. Nah, kali ini, menu baru dari HokBen adalah HokBen Tokyo Bowl.

Hokben Tokyo Bowl, menu baru yang praktis

Rasanya makan dari beberapa wadah dalam satu waktu itu nggak praktis. Entah aku aja yang aneh atau emang begitu adanya, aku tak tahu. Jika ada makanan yang dicampur dalam satu tempat lalu kita tinggal menyantapnya saja itu lebih menyenangkan. Kalo yang bagian ini sepakat, kan?

Nah, itulah Hokben Tokyo Bowl.

HokBen Tokyo Bowl

Ini dia penampakan Hokben Tokyo Bowl

Udah ngiler belum lihat gambarnya?

Pada prinsipnya, Tokyo Bowl adalah nasi, nori/rumput laut dan lauk dalam satu mangkuk ditaburi dengan daun bawang. Isian yang lainnya sesuai dengan varian menu yang ada, misalnya ditambah mayonaise atau saus tare. Berikut detail dari catatanku kemarin:

  • Chicken Karaage
    Varian ini berisi nasi, nori, ayam krispi dalam satu mangkuk lalu ditaburi daun bawang dan mayonaise. Menu ini yang aku makan kemarin.
  • Chicken Katsu Tare
    Varian ini berisi nasi, nori dan ayam katsu dalam satu mangkuk. Bedanya dengan ayam katsu biasa, tentu saja pada namanya, yakni saus tare khas HokBen.
  • Chicken Steak/Tori Don
    Varian ini seperti namanya terdiri dari nasi, dada ayam yang dipanggang dan nori dalam satu mangkuk. Tidak lupa ada daun bawangnya. Pelanggan bisa memilih yang original dan yang hot atau pedas.
  • Tori/Gyu Soboro
    Varian ini nama resminya Soboro. Jangan dipercaya, ini hanya tebakan. Hahaha. Soalnya ada dua, kalau daging sapi cintang namanya Gyu Soboro. Kalau daging ayam namanya Tori Soboro. Ini bentuknya hampir sama sih dengan Tori Don

Singkat banget ya penjelasannya? Maaf, catatanku singkat banget soalnya. Dan kurang lebih seperti itulah. Kalau mau langsung aja datang ke HokBen terdekat. Menu Tokyo Bowl dijual mulai dari Rp. 24.546,- sampai dengan Rp. 36.364,- di semua store HokBen di Jawa dan Bali. Harga di luar itu jelas beda, kan beda ongkos bahan-bahannya. 😀

Gimana rasa Tokyo Bowl

Sebelumnya, aku tunjukin dulu penampakan dari menu Tokyo Bowl yang aku makan kemarin.

Chicken Karaage Tokyo Bowl

Terlihat lezat, bukan? Tentu. Apakah rasanya selezat penampakannya? Tentu saja. Pertama yang aku cicipi adalah lauknya, chicken karaage alias ayam krispi. Tepungnya goreng kering, sesuai namanya. Rasanya tidak terlalu asin, pas banget buat aku. Ditambah mayonaise yang rada-rada manis, jadi makin tenggelam deh asinnya.

Yang kedua adalah nasinya. Ini dia yang aku suka saat makan di HokBen. Nasinya itu lho, pulen banget. Jadi kalian ga akan susah kalau pakai sumpit buat makan. Sumpitable banget nasinya. Jadi cocok dengan “bergaya Jepang”-nya. Kan ga lucu kalau bergaya Jepang tapi nasinya susah disumpit. Hehehe.

Lalu sisanya adalah tambahan macam nori dan daun bawangnya. Rasanya perpaduan beberapa bahan di dalam satu mangkuk ini pas banget. Bener-bener nyampur banget rasanya. Apalagi praktis banget, tinggal lahap saja, nggak perlu celingkuk-celinguk ke wadah yang lain.

Sedikit deskripsi tentang Tokyo Bowl ini memang tidak bisa menggambarkan kenikmatan sesungguhnya saat menyantap. Aku saja sampai sekarang masih penasaran makan di HokBen. Pengen tahu penasaran apa? Sederhana sih, gimana caranya ngabisin nasi yang lengket-lengket di mangkuk. Hehehe.

Nah, gimana dengan kalian? Sudah pernah makan Tokyo Bowl?

Artikel ini diterbitkan pada

Seorang yang percaya hari akhir dan mencari Tuhan melalui ilmu pengetahuan. Mengerti PHP, Wordpress dan Linux. Namun masih saja menggunakan Windows 7 sebagai sistem operasi utama. Mau tanya apa saja atau bahkan curhat sama penulis ini, hubungi saja melalui formulir kontak disini. Pasti dibalas, kok!

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Hanya Lewat ID. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.