Membedakan MicroSD Asli atau Palsu tanpa Membeli

Membedakan MicroSD asli atau palsu itu sangat penting. Layaknya berita hoax, MicroSD palsu sangat berbahaya bagi data berharga kamu. Mungkin kalau foto bersama mantan sih tak apa hilang, lha kalau foto liburan keluarga? Kan sayang banget.

Cara membedakan microsd asli atau palsu

Sekarang memang jamannya daring, jamannya dunia maya. Menjamurnya marketplace macam Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan lainnya tentu merupakan sebab dan akibat dari jaman daring ini. Banyak barang bisa dibeli dengan belanja daring. Salah satunya adalah MicroSD.

Bagaimana membedakan MicroSD asli atau palsu di marketplace?

Dimana ada gula, disitu ada semut. Tidak hanya penjual jujur dan baik, tentu saja ada juga penjual yang tidak jujur di marketplace. Di luar sana ada banyak cara membedakan MicroSD asli atau palsu, tapi pakai aplikasi. Lah, itu kan artinya mesti beli dulu, mesti ketipu dulu, dong! Hehe. Disini kita akan belajar menjadi calon pembeli cerdas untuk membedakan MicroSD asli atau palsu.

Pada dasarnya, berhati-hati dalam belanja di dunia maya itu adalah keniscayaan, tidak hanya belanja MicroSD card saja. Namun secara spesifik, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika memutuskan membeli MicroSD card:

  1. Merk yang tak dikenal
    Jangan membeli MicroSD yang berasal dari produsen antah berantah alias tidak dikenal. Bisa dipastikan mereka tidak memiliki service center disini. Kalau ada apa-apa, ga bisa ditukar. Kecuali si penjual mau nukar dan sepertinya ini mustahil.
  2. Budayakan membaca keterangan penjual
    Seringkali penjual mengatakan bahwa barang yang ia jual bermutu rendah atau kapasitasnya tidak sebenarnya. Kalau penjual sudah menuliskan demikian dan kamu beli lalu barangnya rusak, bukan penjualnya nipu, kamu yang bodoh karena ga baca. Hehehe.
  3. Budayakan membaca testimoni pembeli
    Testimoni pembeli sangat penting. Apa yang harus dicari? Pertama, testimoni kecewa. Kalau ini cukup jelas, cermati apa yang dikeluhkan. Yang kedua, cari testimoni “glorifikasi” atau terlalu sempurna. Soalnya seringkali yang seperti ini adalah komplotannya, terutama di marketplace yang bisa review tanpa harus membeli.
  4. Harga yang terlalu murah
    Percayalah, bahwa harga menentukan kualitas. Ini berkaitan dengan merek antah berantah dan keterangan penjual. Jangan percaya dengan harga yang terlalu murah. Cek toko-toko yang lain, jika mereknya terkenal.
  5. Tidak memiliki garansi manufaktur
    Pabrikan MicroSD yang terkenal seperti Sandisk, V-Gen, Toshiba, AData dan lainnya pasti memberikan garansi seumur hidup kepada produknya. Garansi tersebut umumnya “no ask guarantee”, yakni selama fisiknya masih bagus, akan diganti baru. Tanyakan kepada penjual, apakah MicroSD yang dijualnya memiliki garansi seumur hidup dan bagaimana prosedur klaimnya.

Demikian cara membedakan MicroSD asli atau palsu tanpa harus membelinya terlebih dahulu. Panduan ini bukan berarti bahwa jika syarat-syarat diatas tidak terpenuhi, MicroSD-nya palsu. Bukan, namun lebih tepatnya meningkatkan kecurigaan dan bisa mengambil langkah selanjutnya supaya tidak tertipu. Misalnya bertanya kepada penjual lebih detail atau membeli di toko lain meskipun lebih mahal tapi jualan MicroSD asli.

Sebagai contoh dari poin diatas adalah ini:

MicroSD Samsung terduga palsu

Murah banget harganya, kan?

Testimoni pelanggan diduga tertipu

Tunggu dulu, eh, di testimoni ada yang begini. 🙂

Bagaimanapun data adalah milik yang paling berharga. Kalau aku pribadi akan lebih memilih mengeluarkan beberap puluh ribu lebih mahal asal data yang aku miliki aman. Selain itu sebagai penyuka Single Board Computer macam Raspberry Pi dan Orange Pi, MicroSD card palsu bisa bikin masalah booting lalu bikin kepala pening. Bagaimana dengan pengalaman kalian? Ada kiat lainnya?

Kalimat terkait: micro sd toshiba palsu. cara beli sd card sandisk ori. cara membedakan micro sd samsung asli dan palsu. microsd palsu. 
Artikel ini diterbitkan pada

Seorang yang percaya hari akhir dan mencari Tuhan melalui ilmu pengetahuan. Mengerti PHP, Wordpress dan Linux. Namun masih saja menggunakan Windows 7 sebagai sistem operasi utama. Mau tanya apa saja atau bahkan curhat sama penulis ini, hubungi saja melalui formulir kontak disini. Pasti dibalas, kok!

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Hanya Lewat ID. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.