Spider-Man: Homecoming Menghina Para Blogger?

Rabu malam (05/07) lalu aku bersama istri nonton Spider-Man: Homecoming di CGV Transmart Maguwo. Berhubung sebenarnya ga terlalu niat banget, akhirnya kebagian tiket nonton jam malam, 21.45 WIB.

Spider-Man: Homecoming Poster

Secara sinematik, film Spider-Man: Homecoming ini sama seperti film-film Marvel lainnya, ceritanya ringan, sedikit tidak terduga dan berkembang. Dalam film Marvel, karakter superhero selalu mengalami perkembangan. Dari egosentris lalu berkembang menjadi lebih berpikir bagi orang banyak.

Sama seperti yang dialami oleh tokoh Peter Parker di Spider-Man: Homecoming ini. Seperti layaknya remaja, ia ingin mendapatkan pengakuan atas apa yang diperbuatnya. Selain itu ia sangat ingin masuk ke dalam tim Avengers dan berbuat sesuatu. Semua atas pertimbangan diri pribadinya, bukan untuk kepentingan orang banyak, yang pada akhirnya ia sadari bahwa itu semua salah.

Spoiler Alert! Film ini menyinggung blogger?

Dalam satu adegan pada bagian 15 menit terakhir film ini, Peter Parker bertemu dengan Tony Starks di markas Avengers. Tony Starks memuji tindakan Peter Parker atas jasanya menghentikan seseorang melakukan kejahatan. Ia lantas ditawarkan untuk menggunakan kostum baru yang lebih keren (ada nuansa emasnya, lho!) dan diperkenalkan sebagai anggota baru Avengers.

“Behind this door is a room full of reporters. Real ones, not bloggers.”

Begitu kata si Tony Starks. Aku yang (kalau boleh dibilang) blogger merasa bahwa itu lucu dan malah ketawa. Dan sepertinya dari sekian banyak orang, hanya beberapa yang paham joke ini. Yeah, i called it jokes. Secara pribadi, aku tidak tersinggung dengan pernyataan yang mendikotomikan blogger dan jurnalis. Kenapa? Ya karena blogger dan jurnalis memang beda.

Haruskah blogger tersinggung dengan kalimat diatas?

Hm, jika aku ditanya begitu, tentu saja jawabanku adalah TIDAK. Aku lebih memilih melihat sesuatu secara positif dibandingkan negatifnya. Mungkin karena masalah usia, semakin lama sepertinya sumbu emosiku menjadi semakin panjang, sehingga tidak mudah meledak dan tersinggung. Hehehe.

Tiket Spider-Man: Homecoming

Cuma blogger yang bisa pamer tiket, kan? 🙂

Secara positif, kata “blogger” menjadi tidak asing di telinga orang awam karena dipopulerkan oleh sebuah film yang sudah pasti ramai ditonton. Paling tidak orang yang tidak pernah tahu, lalu mencari tahu blogger itu apa. Entah tanya teman maupun googling. Ya nggak?

Tetapi kan kesannya kalimat itu meremehkan?

Eh, tunggu! Sejak kapan kalau kita diremehkan orang trus kita jadi rugi? Apakah dengan diremehkan di film Marvel Spider-Man ini terus pendapatan blogger jadi turun? Terus ga diundang kopdar lagi sama perusahaan/brand tertentu? Aku yakin nggak. Jadi buat apa harus capek-capek tersinggung? Tau ga, marah itu mengeluarkan lebih banyak energi, lho!

Akan lebih baik jika menerima kenyataan bahwa memang blogger menulis berdasarkan bias pribadi dan itu berbeda dengan jurnalis. Itulah kekuatan blogger, bukan sebuah kelemahan. Kami menulis dengan tanggung jawab pribadi. Kami para bloggers itu kuat. Berhadapan dengan UU ITE tentu beda dengan UU Pers, kan? 🙂

Lalu, kalau merasa tersinggung bagaimana?

Lho, ya itu hak orang yang merasa blogger untuk tersinggung. Namanya orang kan punya pendapat masing-masing. Silahkan saja untuk tersinggung dengan film Spider-Man: Homecoming ini lalu boikot film-nya. Ga usah nonton, ga usah dibahas di blog. Gitu aja kok repot. Selesai urusan. Titik.

Kok gitu? Masa diem aja? Ya iyalah, nanti kalau tersinggung trus rame-rame bahas di blog kan bikin orang jadi penasaran. Akhirnya malah nonton film Spider-Man: Homecoming, dong! Lah, malah dapet promosi gratis dong. Yang tersinggung cuma dapet marahnya doang.

Nah, bagaimana dengan kalian? Ikut Tim Tersinggung atau Tim Legowo? 🙂

Kalimat terkait: komentar spiderman homecoming. semua komentar tentang film spiderman homecoming. spider man homecoming blogger. spiderman homecoming blog. tiket spiderman homecoming. 
Artikel ini diterbitkan pada

Seorang yang percaya hari akhir dan mencari Tuhan melalui ilmu pengetahuan. Mengerti PHP, Wordpress dan Linux. Namun masih saja menggunakan Windows 10 sebagai sistem operasi utama. Mau tanya apa saja atau bahkan curhat sama penulis ini, hubungi saja melalui email iwan[at]hanyalewat.id. Pasti dibalas, kok!

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Tomi Purba:

    Aku sih malah seneng om dan tidak tersinggung.. setidaknya malah blogger tambah terkenal dan memiliki daya saing sekarang..

    Ya tdk bs dipungkiri jurnalis/wartawan ttp diatas blogger karena mereka punya corporation tp setidaknya blogger kalau dikumpulkan jadi satu jg bs ngalahin wartawan hehe

    • Iwan R.:

      Kalo aku nganggepnya itu hanya guyonan aja. Soalnya bandingin jurnalis sama blogger itu nggak apple to apple. Sampai Anggun jadi duta shampoo lain juga ga bakalan setara, tetapi keduanya bisa saling mengisi. 🙂

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Hanya Lewat ID. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.